ALFARIQIYEZ.BLOGER.ID

HOME ABOUT CONTACT WAPBLOG.ID

Semuanya Tentang Pacaran

pacaran
Source : infoislamicblog.blogspot.com

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Mendengar kata Pacaran pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita, karena itu fenomena yang sudah biasa di kalangan remaja. Kembali ke postingan yang berjudul Semua Tentang Pacaran, disini saya akan membahas tentang Hakikat Cinta, Pengertian Pacaran, Alasan Orang berpacaran, Hal Yang Menyebkan Pacaran, Hukum pacaran dalam Islam, Penelitian ilmiah tentang pacaran, Kisah saya tentang pacaran dan hijrahnya

Hakikat Cinta

Rasa cinta memang sudah menjadi fitrah bagi manusia. Rasa cinta tidaklah muncul dari kecantikan dan keindahannya, akan tetapi cinta adalah sesuatu yang membuat jiwa merasa bertanggung jawab. Cinta yang dimaksud adalah perasaan yang sudah matang (cinta orang dewasa) bukan cinta monyet (cinta anak remaja) yang cepat berkorbar dan cepat padam. Cinta yang matang yaitu perasaan yang dapat membedakan antara perasaan dengan kecantikan yang dangkal, dengan perasaan hakiki dan dengan perasaan cinta seseorang terhadap sifat-sifat yang sesuai dengan cinta ini. perasaan ini dapat dirasakan ketika sudah menikah karena Cinta ini adalah perasaan cìnta yang diberkahi, berbeda dengan Cinta monyet karena Cinta monyet berasal dari hawa nafsu sehingga cinta ini tìdak diberkahì oleh Alla4.

Pengertian Pacaran

Secara umum pacaran adalah kegiatan untuk saling mengenal antara laki-laki dan perempuan tanpa ada ikatan resmi yang dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Dalam pengertian islami pacaran adalah kegiatan untuk saling mengenal antara laki-laki dan perempuan yang dilakukan tidak sesuai dengan syar'i dan tidak jelas akan dibawa kemana berbeda dengan khitbah yang dilakukan sesuai dengan syar'i dan memiliki tujuan yang jelas yaitu pernikahan.

Alasan Orang Berpacaran

Budaya pacaran memang sudah menjadi hal yang wajar bagi beberapa orang khususnya para remaja SMP/SMA di antara mereka ada yang mengatakan pacaran adalah hal yang wajib dilakukan pada masa remaja, mereka beranggapan bahwa hal itu menjadikan mereka berbeda.

Beberapa alasan para remaja menghalalkan pacaran adalah sebagai berikut :

  1. Saya Pacaran Sudah di Restui oleh orang tua
  2. Mungkin ini alasan yang paling kuat kenapa sebagian para remaja menghalalkan pacaran, karena mereka menganggap bahwa Restu orang Tua adalah restu ALLAH juga, ya itu memang benar Restu Allah tergantung Restu orang tua sesuai hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari berikut

    "Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash radhiallahuanhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua." (HR. Bukhari).

    Tapi perlu di garis bawahi tidak semua Restu orang Tua menjadi Restu ALLAH, Restu yang tidak menjadi restu ALLAH diantaranya restu yang mengijinkan anaknya berbuat Musyrik dan Maksiat bahkan mereka mendapatkan dosa, karena kedua hal tersebut sudah jelas keHARAManya.
  3. Pacaran Membuat Saya Belajar Berumah Tangga
  4. Ini mungkin salah satu alasan yang konyol, sebenarnya kalau mau belajar berumah tangga caranya bukan dengan berpacaran tetapi dengan bertanya pada orang yang sudah berumah tangga karena mereka lebih tahu.

  5. Pacaran Membuat Saya Jadi Semangat Belajar
  6. Semangat belajar itu bukan dari pacaran tapi dari Niat yang tulus dari dalam hati, walau tanpa pacar kita juga masih bisa semangat belajar karena masih ada orang tua.

  7. Kalo tidak Pacaran saya malu dibilang JONES atau tidak laku
  8. Kalo tidak pacaran kamu takut atau malu sama orang dibilang JONES atau tidak laku-laku?, ingat lebih baik dipandang hixa oleh Manusia daripada dipandang hina oleh ALLAH. jangan takut setiap manusia pasti mendapatkan jodohnya sesuai dengan Firman ALLAH SWT dalam Surah Yaasin ayat 36
    yaasin
    Artinya : Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang di tumbuhkan oleh Bumi dan dari mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (Q.S Yaasin/36 : 36)

  9. Saya Pacaran Tidak Sampai Zina

  10. Penjelasan ini ada di SUB Judul yang lain.

    Penyebab Pacaran

    Pacaran tidak mungkin terjadi jika tidak ada penyebab yang mendahuluinya, diantara penyebab hal itu terjadi adalah sebagai berikut :

    1. Lemahnya Iman. Karena iman yang lemah mudah digoda oleh syaitan sehingga terjerumus ke perbuatan tersebut
    2. Jarang Mengingat-ingat ALLAH (Dzikir)
    3. Minimnya Pengetahuan dan Pemahaman Agama
    4. Pengaruh Lingkungan Yang Ditinggali
    5. Banyaknya acara Tv yang berkisah tentang pentingnya pacaran dalam suatu kehidupan
    6. Banyaknya buku yang berkisah tentang percintaan
    7. Kurangnya pendidikan dari orang tua, malah terkadang mereka mendukung

    HUKUM PACARAN DALAM ISLAM

    Bismillahirrahmanirrahim,Alhamdulillah akhirnya kita sampai ke inti postingan tentang Semua Tentang Pacaran, yaitu tentang hukum Pacaran dalam Islam. Berbicara tentang hukum setiap perbuatan yang kita lakukan islam telah mengatur segalanya termasuk dalam perbuatan yang dinamakan Pacaran, jika kalian ingin mengetahui hukum pacaran maka jawabannya adalah mutlak HARAM tanpa ada perdebatan lagi, haramnya pacaran layaknya haramnya khamr dan membunuh seseorang tanpa adanya alasan yang dibenarkan, hukum larangan pacaran sudah sangat jelas sekali karena ALLAH telah menerangkan dalam al Qur'an.


    Berikut ini bukti keharaman tentang Pacaran

    • Pacaran adalah Perbuatan Mendekati Zina

    • Allah Swt. telah menerangkan hal ini dalam Surat Al Israa ayat 32
      و لا تقربواالزنآ انه كان فاحسة و سآء سبيلا
      Artinya : Dan Janganlah kamu mendekati Zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk ( Q.S al Israa/17 : 36)
    • Pacaran Positif Zina

    • Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: "Tidak ada yang ku perhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil dari pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat, zinanya lidah adalah mengucapkan/berbicara, zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan maka, kemaluan yang membenarkan atau mendustakannya."(HR. Al Bukhari dan Imam Muslim)

      Dalam pacaran semua perbuatan tersebut pasti dilakukan contoh Zina lisan yaitu mengucapkan kata sayang, mamah, papih, mamaz, adhe pada orang yang bukan muhrim kita

    • Pacaran Identik dengan Berkhalwat
    • Berkhalwat adalah kegiatan berduaan antara laki-laki dan wanita tanpa adanya Mahram. Rasulullah SAW. Bersabda

      “Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw berkhutbah, ia berkatan Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali besertada mahramnya”. (Muttafaq Alaihi)
      .
      Dari Hadits diatas sudah jelas kita dilarang berduaan antara laki-laki dan perempuan tanpa adanya mahram, karena ketika 2 orang laki-laki berduaan tanpa mahram maka di tengah-tengahnya syaithan

    • Kita di Wajibkan Untuk Menjaga Pandangan


    • Rasulullah SAW bersabda : "Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain.Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram." (HR. Abu Dawud, Ath-Tirmidzi)
      .
      Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa kita dilarang memandang orang yang bukan mahram kita, pandangan pertama itu Mubah dan pandangan yang seterusnya adalah haram

    • Kita dilarang Menyentuh Wanita yang bukan Muhrim kita

    • "Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (Hadist Hasan, Thabrani dalam Mu'jam Kabir 20/174/386)
    • Pacaran Adalah Menyerupai sebuah kaum
    • Budaya Pacaran bukanlah berasal dari Islam tetapi dari budaya barat yaitu Orang kristian dan kita dilarang untuk menyerupai kaum.

      Rasulullah SAW. bersabda : "Barang siapa menyerupai suau kaum maka ia adalah bagian dari kaum tersebut".

      KISAH SAYA TENTANG PACARAN DAN HIJRAHNYA SAYA DARI PERBUATAN TERSEBUT

      Sebagai penutup postingan ini saya akan berbagi kisah tentang pengalaman saya tentang pacaran.

      Sebagai seorang remaja, saya pun pernah masuk ke dalam lubang jarum yang bernama pacaran. Awalnya saya tidak akan pacaran tapi entah kenapa di suatu hari saya melakukan pacaran. Waktu SMP saya tidak pernah pacaran walaupun ada perasaan tapi saya bertekad tidak akan pernah mengutarakan perasaan tersebut karena waktu itu saya masih fokus dengan pelajaran dulu jua saya anti sama yang namanya pacaran.

      Tapi ketika masuk SMA ada perubahan sifat yang berbeda, pada awalnya memang biasa saja tapi seiring berjalannya waktu ketika saya sudah mengenal para siswa yang ada di sekolah tersebut, ada suatu perasaan suka pada seseorang satu organisasi yang ternyata dia juga suka padaku.

      Nah, disini perjalanannya tersebut dimulai, entah kenapa saya yang dulu tidak akan pernah mengutarakan perasaan tiba-tiba bisa luntur di hadapannya dan mengutarakan perasaan tersebut, apa mungkin karena lingkungan yang sekolah tersebut yang hampir 80% pacaran berbeda dengan yang dulu karena dulu yang pacaran kurang lebih 40%. Dan saya berpikir "Katanya pacaran dapat membuat semangat belajar" tapi yang saya rasakan memang berbeda saya merasakan semangat belajar bertambah tapi entah semangat belajar itu datang dari ALLAH atau dari SYAITHAN. Hampir setiap malam saya sms dia terus gak mikir belajar.

      Langsung aja hubungan itu berjalan kurang lebih 3 bulan 20 hari karena tepat tanggal 05 Ramadhan dia memutuskan saya, saya mengingatkan dia untuk tidak pacaran lagi dia setuju tapi dia malah mengingkarinya, saya berpikiran biarlah dia melakukan dosa lagi yang penting saya sudah menjalankan kewajiban saya. Setelah kejadian itu hampir setiap hari air mata mengalir tanpa sebab mungkin sekitar 15 hari saya mesasakan kesedihan yang mendalam, rampai akhirnya saya mendapatkan sebuah hidayah dan saya langsung memutuskan untuk Hijrah.

      Hidayah itu muncul ketika hati saya bertanya-tanya tentang hukum pacaran menurut Islam, saya langsung searching ke Google untuk mencari artikel tentang hukum pacaran dalam Islam dan saya menemukan banyak artikel yang membahas tentang pacaran namun semuanya satu jawaban yaitu hukum pacaran adalah HARAM, pacaran hanya boleh ketika kita di ikat dalam ikatan yang suci yaitu Pernikahan. Ketika itu saya langsung bermuhasabah dan perlahan-lahan mulai melakukan Hijrah dimulai dari pandangan kemudian Tangan dan sampai sekarang pun saya masih berusaha untuk Hijrah.

      Hikmah yang dapat saya ambil dari pengalaman tersebut adalah :

      • Menyadari Rasa Cinta adalah fitrah manusia namun kita yang menentukan akan menuruti Kata hati atau Nafsu Syaitan
      • Langkah Syaithan akan membawa kita kepada kesedihan yang tiada guna
      • Dia memutuskan saya pada bulan Ramadhan bulan dimana semua amal perbuatan di kali 10x lipat termasuk kemaksiatan, sehingga saya menyadari bahwa saya harus lebih mendekatkan diri pada Allah bukan mendekatkan diri pada maksiat
      • Saya menyadari hal ini membuktikan bahwa Allah lebih menyayangi saya

      Sedangkan Hikmah yang dapat saya rasakan ketika berhijrah adalah :

      • Hati Menjadi Lebih Tenang
      • Dapat memaksimalkan keta'atan uepada Allah
      • Saya merasa lebih mudah untuk memahami materi yang saya baca
      • .
      • Saya bisa terhindar dari maksiat
      • dan masih banyak lagi

      Demikian postingan saya yang berjudul Semua Tentang Pacaran semoga bermanfaat dan semoga membaca artikel ini pembaca semua mendapatkan Hidayah. Aammiin

Comments

Please login first for post a comment